Maros, DUTAKARSA.COM — Di kaki perbukitan Bunga Eja, sebuah dusun kecil di Kab. maros warganya menggelar dzikir dan doa bersama menjelang pergantian tahun. Acara yang berlangsung di wisata Doli Dusun
Bunga Eja, Desa Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.
Kegiatannya dipimpin langsung oleh Pak Desa Makmur SE, Yang
bertujuan memohon keselamatan, dan keharmonisan sosial di tahun mendatang. Kegiatan ini digelar dengan paduan tradisi lokal dan nilai keislaman, mencerminkan identitas komunitas yang kaya akan budaya.
Para peserta menyampaikan pesan yang menggambarkan makna acara bagi mereka.
“Zikir ini bukan sekadar ritual, tapi wujud syukur atas hasil panen yang melimpah tahun ini. Kami juga mohon perlindungan untuk tanaman padi di musim hujan,” ujar salah seorang warga enggan disebut namanya, yang turut membaca tasbih selama doa.
Pak Desa Makmur SE, menekankan pentingnya merenungkan amal setahun terakhir: “Di antara kita ada yang harus memohon keberkahan lebih; ada yang perlu memperbaiki kesalahan. Tahun baru adalah lembar kosong untuk semua jenis harapan,” tuturnya.
Dzikir dan doa bersama di Dusun Bunga Eja bukan sekadar agenda keagamaan; ini adalah simbol kebersamaan yang melebur budaya Sunda dan semangat Islam. Dengan struktur jelas dan partisipasi aktif warga, acara ini menegaskan bahwa tradisi ini tetap relevan dalam hidup modern. “Kita tidak sekadar merayakan pergantian tahun, tetapi menyambutnya dengan doa dan hati yang terbuka,” pungkas Makmur SE.
Laporan : Syamsir Anca

