Makassar, Sulsel !! 12 September 2026 — Krisis Bahan Bakar Minyak yang melanda Kota Makassar saat ini bukan hanya soal antrean panjang di SPBU. Ini adalah ujian bagi kita semua Ujar Mamat Sanrego. Utamanya kepada Pemerintah Daerah kota Makassar, pelaku usaha, dan masyarakat pada Umumnya.
Di saat seperti ini, kita diingatkan bahwa sebuah kota besar tidak diukur dari megahnya gedung, tetapi dari seberapa kuat ia menjaga rakyatnya saat sulit.
Kepada para penguasa dan pemangku kebijakan, kami dan Teman-teman menitipkan harapan, Jadilah pemimpin yang hadir bukan hanya saat memberi sambutan, tetapi juga saat rakyat mengantri demi kebutuhan dasarnya. Untuk itu, Pastikan distribusi BBM berjalan adil, transparan, dan tidak ada yang diistimewakan.
Begitu pula halnya masyarakat Makassar kata Mamat, mari kita hadapi ini dengan sabar. Sabar bukan berarti diam. Sabar adalah tetap tenang sambil mencari solusi bersama. Mari hindari dan sekaligus awasi secara Cermat atas Modus penimbunan, dengan saling berbagi informasi, dan utamakan BBM bagi mereka yang benar-benar membutuhkan dalam keadaan Darurat seperti, ambulans, nelayan, petani, dan pekerja harian.
Saya yakin kata Mamat, Krisis BBM ini akan berlalu. Tapi cara kita menghadapinya akan menjadi cerita. Semoga Makassar keluar dari ujian ini dengan lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih manusiawi.
“Karena kota yang hebat adalah kota yang tidak meninggalkan siapapun di belakang, bahkan saat BBM langka.”
Sekalipun kata Mamat kita sedang Diuji atas BBM Langka, Tapi saya berharap rasa Empati kita Jangan hilang, apalagi sampai saling Berebut BBM lalu menimbulkan Korban Jiwa.
Saya faham Warga Makassar sedang berjuang hari ini, bukan main-main dimana ada SPBU, disitu Antrean BBM begitu panjang, dan bahkan tidak sedikit para pengecer dijalan menaikkan harga yang tidak sepadan, dengan begitu roda ekonomi Makassar tertahan.
Olehnya kata Mamat Sanrego yang juga mantan Aktivis senior menghimbau, Kepada para penguasa, Ingat, Kursi adalah amanah. Turunlah, lihat antreannya, dengar keluhannya.
Pastikan BBM sampai ke tangan yang benar-benar butuh, bukan ke penimbun. Kemudian Kepada teman teman dan adik-adik aktivis semua, Krisis ini menguji 3 hal atas kesabaran kita, kejujuran kita, dan solidaritas kita.
Sekali lagi siapapun itu Jangan coba-coba menimbun saat Krisis ini, apalagi mau memanfaatkan diatas kesulitan masyarakat. Justru saya berharap Mari kita berbagi.
Ingat satu hal yang menjadi pedoman kita, Makassar kuat karena orangnya. Dan orang Bugis Makassar tidak pernah menyerah saat diuji.

