Makassar, Sulsel — Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Rakyat Mandiri dan Berdaulat (DPP ARMADA) mengimbau insan pers dan masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait polemik pernyataan Fenny Frans yang viral belakangan ini.
Ketua DPP ARMADA, Ahmad Rinal, menegaskan setiap pernyataan di ruang publik perlu dipahami secara utuh. Menurutnya, ungkapan dalam bahasa Makassar “Kau wartawan ngaseng” dapat dipahami sebagai pertanyaan kepada orang-orang di lokasi, bukan serangan terhadap seluruh insan pers di Indonesia.
Penting melihat siapa yang diajak bicara, bagaimana situasinya, dan apa yang melatarbelakangi. Jangan sampai ucapan yang ditujukan kepada orang tertentu justru dipahami seolah ditujukan ke semua wartawan,” ujar Ahmad Rinal, Kamis (15/10/2026).
Ahmad juga menyoroti pernyataan Fenny Frans yang menyebut tidak takut menghadapi pihak tertentu. Ia mengingatkan dugaan adanya ungkapan yang dianggap merendahkan anak Fenny Frans menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang perlu dilihat secara menyeluruh.
“Jika seseorang merasa anaknya diperlakukan tidak baik, tentu muncul reaksi emosional. Kita perlu melihat persoalan secara utuh sebelum menilai,” jelasnya. Namun, ia menegaskan setiap pernyataan tetap harus dinilai objektif berdasarkan fakta.
Ahmad mengajak insan pers tetap mengedepankan verifikasi, pengujian fakta, dan keberimbangan. “Jangan langsung menelan mentah-mentah potongan kalimat yang beredar di media sosial. Pahami konteksnya terlebih dahulu,” imbaunya. Kebebasan pers, katanya, harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab profesional dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik.
Dikutip Beberapa media, Direktur CV FF, Mustadir Daeng Sila, saat ditemui di kediaman owner FF, Jalan Romang Polong, Kabupaten Gowa, juga meminta media dan masyarakat melihat konteks pembicaraan secara utuh.
“Tidak ada maksud menghina, menantang, atau menyerang siapa pun. Jangan melihat sepotong saja. Tolong lihat dari awal, apa sebabnya sehingga kata-kata itu muncul,” ujarnya.
Ia mengingatkan media untuk tidak hanya mengambil satu bagian rekaman. Potongan video tanpa penjelasan memadai berpotensi menimbulkan penafsiran keliru. Konfirmasi langsung kepada pihak terkait diharapkan menjadi langkah penting sebelum informasi dipublikasikan.
Mustadir menegaskan ingin menjaga hubungan baik dengan rekan-rekan media dan berharap persoalan ini tidak berkembang menjadi kesalahpahaman yang merugikan pihak mana pun. Komunikasi langsung diharapkan menjadi jalan memperjelas duduk persoalan sebelum berkembang menjadi polemik berkepanjangan.
Sebelumnya beberapa penggiat Hukum dan Organisasi Wartawan mengecam atas statement yang di lontarkan Fenny Frans dalam live tiktoknya.

