Maros, DUTAKARSA.COM – Sejak beberapa hari belakangan, antrean panjang kendaraan di SPBU wilayah Kabupaten Maros menjadi perhatian publik. Warga mengeluh harus menunggu berjam-jam untuk mengisi BBM jenis Pertalite dan Solar subsidi.
Antrean mobil di SPBU Kabupaten Maros diduga kuat dipicu keterlambatan suplai BBM dari pihak Pertamina. Berdasarkan informasi yang dihimpun DPD Perjosi Kabupaten Maros, pasokan BBM yang seharusnya satu kali pengiriman sebanyak 16 Kilo Liter, namun yang terjadi hanya 8 KL saja.
“Itupun pengiriman tidak menentu, terkadang jam 5 Subuh 8 KL nanti sore lagi datang 8 KL,” ungkap Ketua DPD Perjosi Maros, Jumat 12 Juni 2026.
Akibatnya, sejumlah mobil terpaksa mengantre panjang hingga berjam-jam. Kondisi ini paling terlihat di SPBU jalur Trans Sulawesi dan jalur menuju Makassar, dan juga sebaliknya menuju Maros yang padat kendaraan.
Ketua DPD Perjosi Maros mendesak Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi turun tangan dan meminta pihak Pertamina memberikan penjelasan terkait kelangkaan BBM di Maros.
“BPH Migas harus turun tangan. Pertamina juga wajib beri penjelasan ke publik. Kuotanya ada, tapi kenapa distribusinya tidak sesuai dan terlambat,” tegasnya.
Tak hanya itu, Ketua DPD Perjosi Maros meminta agar pihak Pertamina menyuplai BBM ke SPBU di Kabupaten Maros terlebih dahulu. Alasannya, Kabupaten Maros adalah kota penyangga dan lalu lintasnya sangat padat.
“Maros itu jalur penyangga Makassar. Truk logistik, angkutan umum, petani, semua lewat sini. Kalau BBM telat, roda ekonomi juga ikut macet,” pungkasnya.
Hingga berita ini naik, media masih berupaya meminta konfirmasi ke PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulsel – Terkait jadwal DO dan volume pengiriman ke SPBU Maros

























