Warga Bantah Isu Mafia BBM di SPBU Rangas Majene ‎

Warga Bantah Isu Mafia BBM di SPBU Rangas Majene ‎

[t4b-ticker]

MAJENE, Sulbar — Isu dugaan penyelewengan penyaluran BBM bersubsidi di SPBU Rangas, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mendapat bantahan dari warga setempat. Tuduhan adanya praktik mafia BBM hingga pelangsiran disebut tidak memiliki dasar dan bukti yang jelas.

‎Syarif, salah seorang warga Majene, menegaskan bahwa informasi yang menyebut adanya permainan oknum dalam penyaluran BBM bersubsidi di SPBU Rangas tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

‎Dia mengatakan pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi di sejumlah SPBU di Majene telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Majene bersama instansi terkait.

‎”Tudingan adanya pelangsiran atau mafia BBM itu tidak benar. Pemerintah Kabupaten Majene selama ini sudah melakukan pengawasan secara intensif di setiap SPBU,” kata Syarif, Sabtu (19/9/2026).

‎‎Menurut dia, proses penyaluran BBM bersubsidi juga telah mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku. Karena itu, dia meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi mengenai dugaan penyelewengan tanpa adanya bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

‎‎”Penyaluran BBM di lapangan sudah berjalan sesuai aturan dan prosedur. Jadi, kalau ada tuduhan mengenai permainan oknum, harus ada bukti yang jelas, jangan hanya berdasarkan isu,” ujarnya.

‎Syarif menambahkan, persoalan antrean BBM yang sempat terjadi di wilayah Majene tidak serta-merta dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya praktik penyelewengan.

‎Pemkab Majene sebelumnya telah mengambil sejumlah langkah untuk menata distribusi BBM bersubsidi. Salah satunya melalui rapat koordinasi darurat yang digelar pada Rabu (9/9/2026).

‎Rapat tersebut dipimpin Wakil Bupati Majene Andi Rita Mariani dan dihadiri unsur Forkopimda, OPD terkait, serta pemilik dan pengelola SPBU se-Kabupaten Majene.

‎Dalam rapat itu, Pemkab Majene membahas pemetaan kuota BBM, sinkronisasi Surat Rekomendasi, pembentukan tim monitoring terpadu, hingga penataan jadwal pelayanan di SPBU.

‎Selain itu, aparat terkait juga disiapkan untuk melakukan pengamanan lalu lintas di sekitar SPBU guna mengurai antrean kendaraan.

‎‎”Kami berupaya merespons cepat keresahan warga, terutama nelayan dan petani yang aktivitas harian dan produktivitasnya sangat bergantung pada ketersediaan Solar subsidi,” ujar Andi Rita sebelumnya.

‎Dengan adanya pengawasan tersebut, warga berharap distribusi BBM bersubsidi di Majene tetap berjalan tertib dan tepat sasaran. Adapun isu mengenai dugaan penyelewengan di SPBU Rangas hingga kini masih berupa tudingan yang perlu dibuktikan melalui pemeriksaan oleh pihak berwenang.(*)

Silahkan gunakan hak koreksi atau jawab Anda terkait berita ini Atau hubungi Kontak Redaksi

Space Iklan 2