MAKASSAR, DUTAKARSA.COM – Dewan Pengurus Pusat Lembaga Kontrol Keuangan Negara (DPP LKKN) memberikan apresiasi tinggi kepada Polda Sulawesi Selatan atas keberhasilan membongkar jaringan penimbunan dan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, sekaligus mengamankan dua unit kapal tanker yang diduga akan membawa hasil curian ke luar daerah. Operasi penggerebekan dan pengamanan dilakukan di perairan wilayah hukum Sulsel.
Ketua LKKN Ibar Syaputra menilai, tindakan tegas ini merupakan wujud nyata komitmen aparat penegak hukum dalam menjaga aset negara dan memastikan BBM bersubsidi tepat sasaran. “Praktik yang terungkap ini sangat merugikan rakyat dan negara, Kami sangat mengapresiasi kerja keras dan ketelitian tim Polda Sulsel yang berhasil memutus mata rantai kejahatan ini,” ujarnya.
Dimana pada 26 Februari lalu, kami awalnya mengamankan tujuh unit kendaraan truk tangki. Dari hasil pengembangan yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan, penyelidikan kemudian mengarah pada perjalanan sebuah kapal tanker yang diduga terkait dengan tindak pidana tersebut,” kata Djuhandhani.
Dalam proses pemeriksaan awal, para pelaku sempat mencoba mengecoh petugas dengan menyodorkan dokumen berupa invoice yang hanya mencantumkan muatan sebanyak 30 kiloliter (KL). Namun, investigasi mendalam justru mengungkap skala praktik ilegal yang jauh lebih masif dan terstruktur.
“Dari hasil pengembangan, kami berhasil mengamankan dua unit kapal SPOB, tujuh unit mobil truk pengangkut, dua unit mesin alkon lengkap dengan selang sepanjang 500 meter, satu unit kapal tanker MT Bakti Satu lengkap dengan dokumen kapal, serta 120 KL BBM jenis biosolar,” ujarnya.
Secara keseluruhan, petugas menyita total 120 Kiloliter (KL) atau setara dengan 120.000 liter Biosolar bersubsidi yang siap diperjualbelikan secara ilegal ke sektor industri maupun luar wilayah. Hingga saat ini, polisi telah menetapkan 7 orang sebagai tersangka dan tengah memburu 4 orang lainnya yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Kapolda Sulsel, Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, memaparkan bahwa terbongkarnya jaringan mafia ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan intensif yang bermula dari penindakan di jalur darat beberapa bulan lalu.
LKKN berharap keberhasilan ini menjadi tolak ukur bagi daerah lain dan mendesak instansi terkait untuk memperketat pengawasan di jalur distribusi, dan berantas semua mafia solar yang sering melangsir di setiap SPBU di seluruh wilayah hukum sulsel.
Ibar juga mempertanyakan Siapa pemilik kapal tungker MT Bakti Ini yang menjadi pertanyaan ketua umum DPP LKKN, Seharusnya yang punya kapal harus bertanggung jawab.























