Seleksi Calon Imam Kelurahan Kota Makassar Tahun 2026 Menuai Sorotan

Seleksi Calon Imam Kelurahan Kota Makassar Tahun 2026 Menuai Sorotan

[t4b-ticker]

Makassar, DUTAKARSA.COM – Sejumlah masyarakat Kelurahan Banta-Bantaeng mempertanyakan hasil seleksi calon imam kelurahan yang dinilai tidak sejalan dengan hasil penilaian peserta.

Warga menyoroti tidak lolosnya salah seorang peserta, **Ruslan, S.Ag**, yang disebut memperoleh nilai tertinggi dalam proses seleksi. Sementara itu, peserta lain yang menurut sebagian warga memiliki nilai lebih rendah justru dinyatakan lolos. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian dalam proses penetapan calon imam kelurahan.

Masyarakat Kelurahan Banta-Bantaeng mengaku kecewa atas hasil seleksi tersebut karena menilai sosok yang mereka harapkan untuk menjadi imam kelurahan tidak mendapatkan kesempatan melanjutkan proses seleksi.

Menanggapi hal tersebut, **Desrianto, S.Kep**, Ketua Jaringan Kesehatan Makassar Mulia (JANGKAR MULIA), menyampaikan keprihatinannya dan meminta adanya transparansi dari pihak Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar.

> “Kami sangat menyayangkan apabila benar terdapat ketidaksesuaian antara hasil penilaian dengan peserta yang dinyatakan lolos. Jabatan imam kelurahan merupakan amanah keagamaan yang seharusnya dijaga proses seleksinya agar berjalan objektif, transparan, dan bebas dari intervensi,” ujar Desrianto saat ditemui di salah satu warkop di Makassar.

Desrianto meminta Pemerintah Kota Makassar, khususnya Wali Kota Makassar, untuk melakukan evaluasi dan audit terhadap proses seleksi imam kelurahan yang dilaksanakan oleh Kesra Kota Makassar.

> “Kami berharap Bapak Wali Kota Makassar dapat menelusuri kembali hasil penilaian dan memastikan bahwa peserta yang memiliki kompetensi serta nilai terbaik memperoleh haknya secara adil. Jika memang tidak ada pelanggaran, maka Kesra perlu membuka hasil penilaian secara transparan agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kesra Kota Makassar belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Silahkan gunakan hak koreksi atau jawab Anda terkait berita ini Atau hubungi Kontak Redaksi

Space Iklan 2