MAKASSAR, Sulsel !! 25 Agustus 2026 — Semarak budaya Makassar memuncak di Pesta Rakyat Parang Tambung, tepatnya di Jalan Daeng Tata 3, Lorong 4. KONTU TOJENG COMMUNITY hadir dengan penampilan luar biasa yang memukau seluruh warga yang hadir, menjadi penampil yang paling dinanti dan disorot sepanjang acara!
Kehadiran anak-anak Kontu Tojeng Community membawa suasana pesta menjadi lebih hidup, kental dengan nuansa adat, semangat kebersamaan, dan kekayaan budaya leluhur. Mereka tampil penuh percaya diri, membuktikan bahwa Kontu Tojeng Community adalah wadah pelestarian budaya yang terus tumbuh dan berkembang.
Keberhasilan penampilan ini tidak lepas dari konsep matang yang disusun oleh tim pengurus, serta arahan dari para penasehat yang senantiasa membimbing langkah Kontu Tojeng Community ke depan.
Di sela-sela penampilan, Ketua Kontu Tojeng Community, Bapak Abdhy Dg Maleo, menyampaikan rasa syukur dan harapannya:
“Alhamdulillah, kami sangat bangga dan bersyukur anak-anak Kontu Tojeng Community dapat tampil dan meriahkan Pesta Rakyat Parang Tambung malam ini. Ini bukan sekadar tampil di atas panggung, melainkan bukti bahwa budaya kita masih hidup, masih dicintai, dan terus dijaga oleh generasi penerus. Saya berpesan kepada seluruh anggota: jaga nama baik Kontu Tojeng Community, jaga persaudaraan, dan jangan pernah lelah melestarikan warisan leluhur kita. Terima kasih kepada panitia dan seluruh warga yang menerima kami dengan tangan terbuka. Semoga ke depannya kita bisa tampil lebih baik lagi dan terus mengharumkan nama budaya Makassar!”
Turut hadir dan memberikan arahan, Bapak Supri Dg. Mattawang, Guru Manca’ Rampa’ Appaka, menyampaikan pesan yang penuh makna:
“Saya sangat bahagia melihat anak-anak Kontu Tojeng Community tampil dengan penuh semangat dan kebersamaan. Manca’ bukan sekadar bela diri, melainkan jalan menjaga harga diri, kehormatan, dan persaudaraan sesama anak negeri. Rampa’ Appaka mengajarkan kita: tegak berdiri di atas kebenaran, rendah hati namun tidak merendahkan diri, dan saling menguatkan seperti rangkaian yang tak terpisahkan. Teruslah belajar, teruslah berlatih, dan jaga kerukunan. Karena kekuatan sejati bukan hanya di tangan, tapi di hati yang bersatu. Semoga Kontu Tojeng Community terus menjadi pelita budaya yang menerangi jalan generasi penerus!”
Selaku penasehat sekaligus konseptor seluruh rangkaian acara, Bapak Muhammad Ansar Dg. Kiyo, turut menyampaikan pesan yang menjadi landasan keberhasilan penampilan kali ini:
“Setiap langkah yang kita ambil dalam melestarikan budaya harus direncanakan dengan matang, dilandasi niat yang tulus, dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Konsep acara yang kami susun bertujuan agar penampilan Kontu Tojeng Community tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai luhur budaya Makassar kepada masyarakat. Saya berpesan kepada seluruh anggota: tetaplah rendah hati, teruslah belajar, dan jadilah generasi yang tidak hanya mampu tampil di panggung, tetapi juga mampu menjaga dan meneruskan amanah leluhur. Kontu Tojeng Community bukan sekadar nama, melainkan warisan yang harus dijaga dan diwariskan. Semoga ke depan, kita bisa menghadirkan konsep-konsep yang lebih kreatif dan inovatif, tanpa meninggalkan akar budaya kita!”
1. Dandi Dg.Sibali (Kadiv.Seni Budaya)
2. Nabil (Pemusik)
3. Sogu (Pemusik)
4. Evan (Pemusik)
5.Hasan Dg.Tarra (Kadiv.Sosmas)
6. Dg.Rapi (Kadiv.Punggawa)
7.Dahlan (Punggawa)
8.Hajril (Punggawa)
9.Jefri (Punggawa)
10. Dg.Rate (Waka I)
Semua yang tampil adalah putra-putra asli Kontu Tojeng Community, yang berlatih dengan tekun demi menjaga dan mewariskan seni budaya Makassar kepada generasi mendatang.
Penampilan Kontu Tojeng Community malam ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan bukti nyata komitmen dalam menjaga identitas budaya daerah. Warga yang hadir pun memberikan apresiasi yang luar biasa, berharap Kontu Tojeng Community semakin dikenal luas dan menjadi kebanggaan masyarakat Makassar.
Semoga Kontu Tojeng Community terus maju, jaya, dan tetap menjadi pelita pelestarian budaya Makassar! 🤲🇲🇨

