Jalan Beton Belum Sepekan Sudah Retak & Berdebu, Warga Soroti Dugaan Pelanggaran RAP — LSM KIPFA RI Desakan Transparansi

Jalan Beton Belum Sepekan Sudah Retak & Berdebu, Warga Soroti Dugaan Pelanggaran RAP — LSM KIPFA RI Desakan Transparansi

[t4b-ticker]

Maros, Sulsel — Kualitas pembangunan infrastruktur kembali menjadi sorotan tajam warga. Jalan beton yang baru saja selesai dibangun di Jalan Poros BTN Nusa Idaman RW 04 Bontopuasa Kelurahan adatongen. kecamatan turikale.

Jalan Beton Belum Sepekan Sudah Retak & Berdebu, Warga Soroti Dugaan Pelanggaran RAP — LSM KIPFA RI Desakan Transparansi

kabupaten Maros. belum genap satu Minggu, namun kondisinya sudah terlihat berdebu dan muncul retakan-retakan di sepanjang permukaannya.23 Oktober 2026.

Warga setempat menyampaikan kekhawatirannya, diduga kuat pengerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan Rencana Anggaran dan Petunjuk (RAP) yang telah ditetapkan. “Baru beberapa hari sudah seperti ini, kami khawatir jika musim hujan tiba, jalan ini akan segera rusak parah,” ungkap salah satu warga enggang disebut namanya.

Merespons hal tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat KIPFA RI Maros turun tangan dan mendesak pihak terkait untuk membuka transparansi penuh terkait pelaksanaan proyek tersebut.

“Kami meminta agar seluruh dokumen perencanaan, spesifikasi teknis, hingga proses pelaksanaan dapat ditunjukkan secara terbuka. Masyarakat berhak tahu apakah anggaran yang dikeluarkan benar-benar dikerjakan sesuai ketentuan atau ada penyimpangan,” tegas Ketua LSM KIPFA RI Abdul Malik.

Di duga jalan rabat beton belum cukup sepekan sudah terlihat berdebu di mana keluhan salah satu warga yang enggan di sebut namanya mengatakan “ini jalan beton sudah mulai berdebu dan pasti bebatuan sudah pada muncul, ini liat dugaan kwalitas beton di bawah standar Tidak memakai K 250/300,” jelasnya.

“Ada pun sampel beton kami sudah uji leb di salah satu lembaga penguji bahwa beton tersebut di bawah standar pada umumnya dan kuat dugaan dia bermain dengan pihak penyediah beton,”tegas malik

Lebih lanjut, Pihaknya juga berharap aparat pengawasan terkait segera melakukan pemeriksaan mendalam agar kerugian negara dapat dihindari dan kualitas pembangunan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

LSM Kipfa meminta pihak kecamatan bertindak tegas mengigat anggaran tersebut bersumber dari pajak.” Tambah nya.

 

Laporan : (Syamsir Anca)

 

Silahkan gunakan hak koreksi atau jawab Anda terkait berita ini Atau hubungi Kontak Redaksi

Space Iklan 2