TAKALAR, DUTAKARSA.COM – Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Takalar, Ilham, pelaksanaan kegiatan di lingkungan sekolah yang sempat menjadi sorotan. Ilham menegaskan bahwa pihak sekolah sebenarnya tidak menyelenggarakan acara penamatan khusus, melainkan sebuah acara bertajuk “Gebyar Seni”. Kegiatan ekstrakurikuler ini bertujuan khusus untuk mengukur dan menguji kompetensi para siswa di bidang seni dan budaya, yang kemudian dirangkaikan dengan momen ramah tamah bagi siswa kelas XII yang telah menyelesaikan masa studinya secara sederhana dengan fasilitas seadanya.
Menurut Ilham, Gebyar Seni ini merupakan agenda tahunan yang sudah diprogramkan oleh sekolah. Seluruh pembiayaan inti dari kegiatan tersebut bersumber resmi dari dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Pihak sekolah memastikan telah menaati petunjuk teknis (juknis) penggunaan dana BOSP secara ketat, di mana anggaran yang dikeluarkan sangat proporsional dan sesuai dengan peruntukan judul kegiatan. Oleh karena itu, regulasi menetapkan bahwa acara gebyar seni dan budaya ini tidak perlu menghadirkan hingga ribuan peserta, sehingga jumlah undangan yang disebar pun menjadi terbatas.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian akademis dan non-akademis, pihak sekolah secara khusus mengundang para orang tua dari siswa-siswi yang berprestasi. Kehadiran orang tua ini diharapkan mampu menjadi pemantik motivasi bagi siswa lain, terutama adik-adik kelas, agar terpacu untuk menorehkan prestasi serupa di masa mendatang. Sementara itu, bagi orang tua siswa lain yang belum sempat diundang karena keterbatasan tempat, pihak sekolah menyediakan fasilitas live streaming sepanjang acara berlangsung guna memanfaatkan perkembangan di era digital saat ini.
Menanggapi isu yang beredar mengenai dugaan adanya pungutan liar, Ilham menegaskan bahwa pihak manajemen sekolah sama sekali tidak tahu-menahu mengenai hal tersebut. Berdasarkan penelusuran dan penjelasan dari panitia angkatan, dana yang dimaksud kemungkinan besar merupakan patungan internal yang telah disepakati bersama dalam beberapa kali rapat yang digelar oleh perwakilan angkatan siswa sendiri. Pihak panitia juga menekankan bahwa iuran tersebut sifatnya sukarela, tidak memaksa, dan bukan merupakan sebuah kewajiban bagi seluruh siswa.
Lebih lanjut, dana inisiatif yang dikumpulkan oleh organisasi siswa tersebut dialokasikan untuk membiayai serangkaian kegiatan mandiri yang mereka rancang sendiri. Beberapa agenda yang masuk dalam rencana kerja panitia angkatan 2026 tersebut antara lain adalah pelaksanaan last ceremony (upacara terakhir), kegiatan bazar, hingga menggelar zikir akbar bersama. Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa seluruh kegiatan eksternal tersebut murni merupakan aspirasi dan dikelola langsung oleh kreativitas para siswa.
Pelaksanaan agenda tahunan ini juga mendapat respons positif dan legitimasi dari otoritas pendidikan terkait. Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah yang membawahi Kabupaten Jeneponto dan Takalar membenarkan bahwa kegiatan Gebyar Seni tersebut memang merupakan kalender kegiatan tahunan yang lumrah dilaksanakan. Senada dengan hal tersebut, Drs H. Muh Ali, M,Pd, Pemerhati Pendidikan Kabupaten Takalar juga menyatakan bahwa tidak ada yang salah dengan jalannya kegiatan tersebut, mengingat esensinya sebagai wadah kreativitas tahunan siswa yang positif.
Laporan : Redaksi

























