MAROS, DUTAKARSA.COM — Kabar wafatnya sosok jagawana legendaris, Haro, meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak. Keluarga besar Media Duta Karsa turut menyampaikan belasungkawa yang tulus atas kepergian pria yang selama hidupnya dikenal sebagai penjaga setia kera endemik Sulawesi, Macaca maura.
Haro mengembuskan napas terakhir pada Rabu subuh, 15 April 2026 di RSAU Dody Sardjoto, setelah menjalani masa perawatan.
Kepergiannya bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga tercinta, tetapi juga bagi masyarakat pecinta lingkungan, peneliti, dan siapa pun yang mengenal dedikasinya menjaga alam.
Selama puluhan tahun, Haro dikenal sebagai sosok yang mengabdikan hidupnya di kawasan Hutan Karaenta, Kabupaten Maros. Ia bukan sekadar penjaga hutan, tetapi sahabat bagi satwa liar yang hidup di dalamnya.
Kedekatannya dengan kera endemik Sulawesi menjadikannya figur yang dihormati, bahkan oleh para peneliti dari berbagai negara yang pernah merasakan langsung pendampingannya di lapangan.
Dalam pernyataan, keluarga besar Media Duta Karsa menyampaikan bahwa Haro adalah simbol ketulusan, kesetiaan, dan pengabdian tanpa pamrih. Sosoknya menjadi bukti bahwa cinta terhadap alam dapat diwujudkan melalui kerja nyata sepanjang hayat.
“Kami kehilangan seorang penjaga hutan yang luar biasa. Dedikasi almarhum menjadi inspirasi bahwa menjaga alam adalah panggilan kemanusiaan. Semoga amal ibadahnya diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.”
Kepergian Haro meninggalkan kesedihan mendalam, seolah hutan kehilangan penjaganya, dan satwa kehilangan sahabatnya. Ia meninggalkan seorang istri, tiga anak, lima cucu, serta jejak pengabdian panjang yang akan selalu dikenang.
Doa terbaik terus mengalir untuk almarhum. Semoga segala kebaikan yang ditanam sepanjang hidupnya berbuah pahala dan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Selamat jalan, sang penjaga hutan. Dedikasimu akan selalu hidup dalam ingatan.
Laporan : (Syamsir)



























