Kemarahan Warga Moncongloe, Jalan Kantor Desa dan SPBU Langganan Banjir, Pemkab Maros Dituding Tutup Mata

[t4b-ticker]

MONCONGLOE, MAROS, DUTAKARSA.COM – Frustrasi warga Moncongloe, Kabupaten Maros, mencapai puncaknya setelah dua titik vital di wilayah tersebut kembali terendam banjir parah menyusul hujan deras yang melanda kawasan tersebut beberapa hari terakhir. Dua lokasi langganan menjadi penampungan air tersebut adalah Jalan menuju Kantor Desa Moncongloe dan akses utama di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Moncongloe.

Aksi protes pun dilancarkan warga setempat. Mereka menuding Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros “tutup mata” terhadap masalah infrastruktur yang sudah merugikan dan merugikan aktivitas ekonomi serta sosial masyarakat. Banjir di dua titik ini tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga melumpuhkan pelayanan publik dan jalur distribusi bahan bakar.

Banjir di Moncongloe bukan lagi kejadian musiman, melainkan bencana rutin yang terjadi setiap musim hujan. Khususnya di Jalan SPBU, kumpulan udara seringkali mencapai ketinggian lutut orang dewasa (sekitar 40-60 cm), memaksa kendaraan roda dua dan kendaraan kecil lainnya memutar atau memutar. Sementara itu, Jalan Kantor Desa yang menjadi akses pusat pemerintahan dan pendidikan juga ikut terputus.

Menurut warga, banjir biang keladi adalah buruknya sistem drainase. Saluran udara di sepanjang jalan tersebut dinilai terlalu sempit dan dangkal, bahkan beberapa titik mengalami penyumbatan total akibat timbunan sampah dan sedimen yang tidak pernah dikeruk secara berkala.

Aksi protes warga dilakukan dengan membentangkan spanduk di tengah banjir sebagai simbol yang mengecewakan ironis. Mereka menuntut Pemkab Maros segera melakukan normalisasi drainase secara total, bukan sekadar penambalan atau pengerukan parsial.

Seorang koordinator aksi tak ingin disebut namanya menyampaikan mengecewakannya secara tegas,

Ini adalah jalur ekonomi penting. Ketika Pemkab Maros memilih ‘tutup mata’, berarti mereka abai terhadap penderitaan dan kerugian mata pencaharian kami. Kami menuntut Pemkab menganggap ini sebagai status darurat infrastruktur !”

Tudingan “tutup mata” muncul karena anggaran perencanaan untuk perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut dinilai minimal dalam beberapa tahun terakhir, meskipun masalah banjir selalu menjadi isu utama yang disuarakan warga saat musyawarah pembangunan.

Masyarakat Moncongloe berharap Pemkab Maros merespons tuntutan ini dengan aksi nyata yang dilakukan dalam waktu dekat, mengingat intensitas hujan diprediksi masih tinggi.

Tuntutan Utama Detail Tindakan yang Diharapkan Prioritas
Normalisasi Drainase Total Pelebaran, pendalaman, dan penguatan saluran air utama (kanal) Mendesak
Peninggian Badan Jalan Peningkatan elevasi pada titik terparah di depan SPBU Tinggi Pengawasan Berkala Pembentukan tim khusus untuk membersihkan sedimen dan sampah di drainase minimal sebulan sekali Rutin

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari dinas terkait di Pemkab Maros mengenai langkah konkret yang akan diambil untuk mengatasi krisis banjir Moncongloe. Masyarakat kini menunggu apakah pemerintah daerah akan benar-benar membuka mata dan merencanakan solusi permanen, atau membiarkan dua titik vital ini kembali tenggelam dalam genangan air di musim hujan berikutnya.

Laporan : ismail

Silahkan gunakan hak koreksi atau jawab Anda terkait berita ini Atau hubungi Kontak Redaksi

Space Iklan 2