Maros, DUTAKARSA.COM – Program bantuan alat pertanian yang disalurkan oleh Dinas Pertanian untuk meningkatkan efisiensi panen dan pascapanen di Kecamatan Tompobulu kini menghadapi kenyataan pahit. Sejumlah unit mesin penggiling serbaguna dan penghancur biji-bijian, yang seharusnya menjadi tulang punggung bagi kelompok tani, ditemukan dalam kondisi terbengkalai dan tidak pernah dipungsikan. Minggu, 05 Oktober 2025.

Bantuan yang disalurkan ini pada tahnun 2022 sampai 2023 ini dimaksudkan untuk memotong rantai biaya produksi yang selama ini membebani petani, terutama dalam proses penggilingan gabah dan jagung. Namun, penemuan tim lapangan menunjukkan bahwa aset bernilai puluhan juta rupiah kini hanya menjadi rongsokan, tidak lagi berfungsi, dan tidak memberikan manfaat ekonomi sama sekali.
Kondisi Fisik dan Penyebab Utama
Investigasi menunjukkan bahwa peralatan tersebut sebagian besar dibiarkan terpapar cuaca, dengan komponen mesin yang hilang atau rusak parah karena kurangnya perawatan rutin. Mesin-mesin ini awalnya diserahkan kepada kelompok tani tertentu dengan skema pengelola mandiri.
Salah satu penyebab utama terbengkalainya aset ini, menurut pihak pengelola, adalah kurangnya pelatihan teknis yang memadai dan kesulitan operasional yang dihadapi kelompok tani.
Dampak dan Kerugian Petani
Akibat mangkraknya alat-alat ini, petani di Tompobulu kembali harus mengandalkan penyedia jasa penggilingan swasta yang tarifnya relatif tinggi, atau bahkan harus mengirim hasil panen ke luar kecamatan, menambah biaya transportasi.
“Kami sangat menyayangkan hal ini. Penyerahan aset dari dinas tidak lagi berpungsi dengan baik, Kami menduga ada masalah pada alih mengelola dan kurang proaktifnya beberapa kelompok tani dalam menjaga aset negara,” Ucap Anca Selaku Anggota LSM Kipfa RI Maros
Lebih Lanjut, Anca Berharap, Polres Maros dapat mengukap makrapnya bangunan bantuan dinas pertanian Maros yang di anggap merugikan negara yang bersumber dari pajak.”tuturnya.

























