Maros, Sulsel – Sejak pasokan solar di SPBU Jawi-Jawi dengan No. 7490501, Desa Minasabaji, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dihentikan sementara oleh PT Pertamina Patra Niaga, para petani menjerit.
Ratusan hektare sawah di wilayah Desa Minasabaji, Bantimurung terancam gagal tanam karena SPBU Jawi-Jawi tidak lagi mendistribusikan solar.
Para petani mengaku sangat tergantung pada solar untuk menghidupkan mesin pompanisasi sawah.
“Sekarang pak rata-rata masyarakat atau petani di wilayah desa Minasabaji Bantimurung ini, menggunakan mesin pompanisasi solar. Sekarang solar di SPBU Jawi-Jawi sudah tidak ada, jadi kami masyarakat harus bagaimana lagi,” ucap salah seorang petani.
Akibat tidak adanya solar, para petani terpaksa menunda masa tanam karena tidak ada air yang masuk ke sawah mereka.
Para petani berharap PT Pertamina Patra Niaga Sulawesi Selatan segera membuka kembali penyaluran solar di SPBU Jawi-Jawi agar kebutuhan pertanian masyarakat bisa terpenuhi.
“Harapan kami pak, agar SPBU Jawi-Jawi segera dibuka untuk pengisian solarnya, karena kasihan kami para petani,” harapnya.
Mereka juga meminta Pemerintah Daerah, Provinsi, hingga Pusat turun tangan mencarikan solusi.
“Kami berharap agar pemerintah Daerah, Provinsi, dan Pusat segera mencarikan kami solusi, dan solar di SPBU Jawi-jawi segera kembali beroperasi,” harapnya lagi.
Sementara itu, Zainuddin selaku Ketua Kelompok Tani Damai yang ditemui media menegaskan akan melakukan aksi jika dalam waktu dekat pasokan tidak dikirim.
“Apabila dalam waktu dekat ini pasokan BBM Solar ke SPBU Jawi-Jawi tidak dikirim, maka saya bersama warga lainnya akan turun melakukan demonstrasi, karena kami ini bakal gagal tanam pak,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari PT Pertamina Patra Niaga terkait penghentian sementara pasokan solar di SPBU tersebut.
Laporan : (Syamsir Anca)

