Barru, Sulsel – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi solar semakin terasa di wilayah Kabupaten Barru. Warga mengeluhkan antrean panjang yang kerap terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sementara di sisi lain marak terlihat aktivitas mencurigakan pengempul dan pelangsir yang memborong pasokan menggunakan jerigen dalam jumlah besar.
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah SPBU dengan kode 74.907.52 yang berlokasi di Jl. Pangkajene – Barru, Lipukasi, Kec. Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Berdasarkan pantauan, aktivitas pengambilan solar subsidi menggunakan jerigen terus berlangsung tanpa ada pengawasan ketat, sehingga pasokan yang seharusnya ditujukan untuk masyarakat umum dan pelaku usaha kecil justru dialihkan untuk ditimbun maupun dijual kembali dengan harga yang jauh lebih mahal.
Elemen masyarakat dan pengawas meminta ketegasan kepada Unit Tipidter Polres Barru, Polda Sulsel, BPH Migas, serta PT Pertamina Patra Niaga untuk tidak menutup mata. Lakukan pemeriksaan mendalam terhadap operasional SPBU 74.907.52 Lipukasi, amankan pelaku pengempul dan pelangsir, proses hukum tanpa pandang bulu, serta berikan sanksi tegas hingga pencabutan izin usaha bagi pihak yang terbukti melanggar. Pasokan BBM subsidi adalah hak seluruh rakyat, bukan untuk dikuasai sekelompok orang yang hanya mementingkan keuntungan pribadi.
Sampai berita ini diterbitkan, Redaksi memberikan ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Polres Barru dan polda sulsel serta seluruh pihak yang terlibat sesuai dengan ketentuan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers

