Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa ITB angkat Suara Hati

[t4b-ticker]

Dutakarsa.com Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa ITB Nobel Indonesia, Wahyudin, dengan ini menyampaikan suara hati mahasiswa terkait kondisi bangsa yang tengah kita hadapi.

Hari ini, Indonesia masih merasakan apa yang dapat disebut sebagai luka.

Salah satu sorotan utama kami tujukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Lembaga yang seharusnya menjadi wakil rakyat justru sering dipertanyakan keberpihakannya. Berbagai kebijakan yang lahir seringkali dianggap lebih menguntungkan kepentingan elite daripada kesejahteraan rakyat. Kasus-kasus korupsi yang menyeret sejumlah anggota DPR semakin memperdalam jurang ketidakpercayaan masyarakat. DPR seharusnya menjadi cermin aspirasi rakyat, bukan justru menambah luka bangsa dengan sikap yang jauh dari nilai moral dan amanah konstitusi.

Kami menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan diam melihat kondisi ini. Sebagai agen perubahan, kami berkewajiban mengingatkan para pemimpin bangsa, termasuk DPR, agar kembali pada jalur perjuangan yang benar: menegakkan keadilan, memperjuangkan kesejahteraan, dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya. Untuk itu, kami menyerukan:

– DPR RI harus melakukan refleksi moral dan politik, dengan menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.

– Pemerintah dan DPR harus lebih transparan, terutama dalam pengambilan kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

– Penegakan hukum harus tegas tanpa pandang bulu, khususnya terhadap praktik korupsi di lembaga legislatif maupun eksekutif.

– Mahasiswa dan masyarakat harus terus bersatu, mengawal demokrasi agar tidak diselewengkan oleh kepentingan segelintir elite.

Kami percaya, luka bangsa hanya dapat sembuh apabila setiap pemimpin negeri ini berani kembali kepada nurani, jujur kepada rakyat, dan setia pada cita-cita kemerdekaan: menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Semoga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa bangsa ini milik rakyat, bukan milik segelintir orang.

Ketua Umum Dewan Perwakilan Mahasiswa ITB Nobel Indonesia

 

Laporan : Syamsir

Silahkan gunakan hak koreksi atau jawab Anda terkait berita ini Atau hubungi Kontak Redaksi

Space Iklan 2