Makassar Susel – Biaya paket seragam di SMAN 14 Makassar menjadi sorotan setelah sejumlah orangtua calon siswa mengaku keberatan dengan nominal yang harus dikeluarkan.
Berdasarkan daftar biaya yang diterima orangtua, harga paket seragam untuk siswa putri yang resmi dikeluarkan pihak Sekolah mencapai Rp1.900.000, sedangkan paket seragam untuk siswa putra sebesar Rp1.600.000.
Salah seorang orangtua calon siswa yang menghubungi wartawan melalui sambungan telepon WhatsApp mengaku biaya tersebut cukup memberatkan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit.
Menurutnya, paket seragam untuk siswa putri terdiri atas baju putih OSIS, baju batik nasional, baju batik Lontara, baju muslim, rok abu-abu, rok krem, rok putih, satu pasang pakaian olahraga, serta atribut berupa topi, dasi, lambang, dan kaos kaki.
Sementara paket seragam untuk siswa putra meliputi baju batik nasional, baju batik Lontara, baju muslim, celana krem, celana putih, satu pasang pakaian olahraga, serta atribut berupa topi, dasi, lambang, kaos kaki, dan rim.
Meski dibanderol dengan harga yang mencekik orang tua berharap pihak sekolah memberikan keleluasaan kepada orangtua untuk membeli sendiri seragam putih abu-abu di luar sekolah, dan memberikan kebijakan menggunakan seragam yang layak pakai dari keluarganya.
Menurutnya, kebijakan tersebut dapat meringankan beban biaya yang harus dikeluarkan saat tahun ajaran baru.
Ia mengaku keponakannya yang baru lulus dari SMAN 14 Makassar masih memiliki dua rok abu-abu yang kondisinya masih layak digunakan.
Namun sangat disayangkan, menurut pihak sekolah seragam tersebut tidak dapat dipakai karena sekolah kini menggunakan model rok lipit, sedangkan sebelumnya menggunakan model rok span.
Orangtua tersebut menilai, apabila kondisi seragam putih abu-abu masih baik dan layak pakai, seharusnya siswa tetap diberi kesempatan menggunakannya sehingga orangtua tidak perlu membeli seragam baru.
“Kebetulan ada keponakan saya yang baru lulus di SMAN 14 Makassar. Masih ada dua rok abu-abunya yang masih layak pakai. Tapi katanya tidak bisa dipakai karena sekarang yang digunakan rok lipit, sedangkan yang lama model rok span. Kalau seragam putih abu-abu masih bagus, kenapa tidak boleh dipakai?” katanya.
Selain itu, Orangtua tersebut juga mengaku memperoleh informasi dari pihak Guru di SMAN 14 bahwa siswa diminta pulang apabila mengenakan seragam yang tidak sesuai dengan ketentuan sekolah.
“Katanya, kalau anak memakai seragam yang berbeda, disuruh pulang sama pihak sekolah,” tuturnya.
Menurut orangtua siswa, besaran biaya tersebut dinilai cukup membebani, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit. Ia membandingkan biaya seragam di sejumlah SMA negeri lain yang menurutnya relatif lebih rendah.
“Kalau di SMA lain ada yang sekitar Rp750 ribu, bahkan ada yang sedikit di atas Rp1 juta. Tapi di SMA Negeri 14 menurut saya lebih mahal. Kami berharap ada kebijakan yang bisa meringankan orangtua, apalagi saat ini kondisi ekonomi masih sulit,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMAN 14 Makassar belum memberikan keterangan resmi terkait besaran biaya paket seragam maupun mekanisme pengadaannya. Wartawan masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak sekolah agar pemberitaan tetap berimbang sesuai prinsip jurnalistik. (Tim)

