Diduga Dibekingi Oknum Polisi, Pengisian Jirigen di SPBU “Cina” Bone Bebas Beroperasi, Petani Dipungut Biaya Ilegal

[t4b-ticker]

Bone, DUTAKARSA.COM — Praktik pengisian bahan bakar menggunakan jirigen di salah satu SPBU yang dikenal warga sebagai SPBU “Cina” di wilayah Kabupaten Bone menuai sorotan tajam. Warga menduga aktivitas tersebut dibekingi oknum aparat sehingga bisa berlangsung bebas tanpa penindakan berarti.

Sejumlah warga menyebutkan bahwa pengisian BBM menggunakan jirigen untuk petani tetap dilayani secara terbuka. Namun, setiap jirigen diduga dikenakan pungutan Rp5.000. Bahkan, untuk pengambilan di atas 10 jirigen, pemohon disebut harus menyetor sejumlah uang kepada oknum yang diduga terkait aparat.

Menurut keterangan beberapa sumber di sekitar lokasi, praktik ini sudah berlangsung cukup lama dan dianggap sebagai rahasia umum. Warga menilai pungutan tersebut tidak memiliki dasar aturan resmi dan justru membebani petani kecil yang membutuhkan BBM untuk aktivitas pertanian.

“Kami berharap ada penertiban. Kalau memang untuk petani, seharusnya ada mekanisme resmi, bukan pungutan seperti ini,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan karena khawatir mendapat tekanan.

Sorotan ini memicu desakan agar Kepolisian Resor Bone segera turun tangan melakukan penyelidikan. Transparansi dan penegakan hukum dinilai penting untuk menghindari dugaan praktik pungli serta penyalahgunaan wewenang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun aparat terkait. Masyarakat berharap ada klarifikasi terbuka dan tindakan tegas jika dugaan tersebut terbukti, demi menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum dan pelayanan distribusi BBM bagi petani.

Laporan : Syamsir

Silahkan gunakan hak koreksi atau jawab Anda terkait berita ini Atau hubungi Kontak Redaksi

Space Iklan 2