Owner SPBU Kajuara Diduga Blokir Wartawan Saat Akan Dikonfirmasi, Lidik Pro Angkat Bicara

[t4b-ticker]

Bone, DUTAKARSA.COM — Jumat 13 Maret 2026 – Sikap pemilik SPBU di wilayah Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menuai sorotan setelah diduga memblokir akses komunikasi wartawan yang hendak melakukan konfirmasi terkait dugaan penyaluran BBM menggunakan jeriken.

Sejumlah wartawan mengaku kesulitan menghubungi pihak pengelola SPBU Kajuara untuk meminta klarifikasi mengenai aktivitas pengisian BBM yang diduga tidak sesuai aturan. Bahkan, salah satu wartawan menyebut nomor kontaknya diduga diblokir oleh pihak owner SPBU saat mencoba melakukan konfirmasi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Lidik Pro Maros, Ismar, menyayangkan sikap owner SPBU yang dinilai tidak kooperatif terhadap kerja-kerja jurnalistik.

Menurut Ismar, wartawan memiliki hak untuk memperoleh informasi dan melakukan konfirmasi sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

“Kalau benar owner SPBU sampai memblokir wartawan yang ingin melakukan konfirmasi, itu sikap yang sangat tidak profesional. Wartawan datang untuk meminta klarifikasi, bukan untuk memfitnah. Justru kesempatan itu seharusnya digunakan untuk memberikan penjelasan kepada publik,” tegas Ismar.

Ia juga menilai bahwa tindakan menghindari konfirmasi publik justru dapat menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.

Ismar menambahkan, apabila memang tidak ada pelanggaran dalam aktivitas penyaluran BBM di SPBU tersebut, maka pihak pengelola seharusnya bersikap terbuka dan memberikan penjelasan secara transparan kepada media.

“Jangan sampai ada kesan menutup diri. Kalau semuanya berjalan sesuai aturan, kenapa harus takut memberikan keterangan kepada wartawan?” lanjutnya.

Lidik Pro juga meminta pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum dan instansi pengawas distribusi BBM, untuk ikut memantau aktivitas di SPBU tersebut guna memastikan tidak terjadi penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak owner SPBU Kajuara belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan pemblokiran nomor wartawan maupun aktivitas pengisian BBM menggunakan jeriken di lokasi tersebut.

Laporan : Syamsir

Silahkan gunakan hak koreksi atau jawab Anda terkait berita ini Atau hubungi Kontak Redaksi

Space Iklan 2