Dugaan Fee Proyek di Soppeng Kembali Mencuat, Mahasiswa dan Elang Timur Geruduk Polda Sulsel.

[t4b-ticker]

MAKASSAR, DUTAKARSA.COM – Dugaan praktik permintaan fee proyek kembali mencuat dan menjadi sorotan publik di Kabupaten Soppeng. Mahasiswa bersama elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sulsel, mendesak agar kepolisian segera turun tangan melakukan penyelidikan secara profesional, transparan, dan independen.

Aksi ini dipimpin langsung oleh Panglima Elang Timur, Lulung Axo, yang memperingatkan Kapolda Sulsel agar tidak bersikap pasif terhadap dugaan praktik kotor yang disebut telah menggerogoti proyek-proyek daerah di Soppeng.

Lulung menegaskan bahwa jika aparat penegak hukum tidak menunjukkan langkah konkret, gelombang perlawanan publik akan diperbesar.

“Kalau Kapolda tidak menangani dugaan kasus fee proyek di Kabupaten Soppeng, kami pastikan akan turun dengan aksi yang jauh lebih besar. Ini bukan ancaman kosong,” tegas Lulung.

Massa aksi juga menyerahkan laporan tertulis kepada pihak kepolisian yang berisi daftar paket proyek, dokumen pengadaan, dan data elektronik yang dinilai berkaitan dengan dugaan praktik permintaan fee proyek.

Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain:

– Mendesak Kapolda Sulsel membentuk tim khusus untuk menyelidiki dugaan permintaan fee proyek di Kabupaten Soppeng.

– Meminta pemanggilan dan pemeriksaan seluruh pihak yang diduga terlibat.

– Menuntut transparansi proses hukum dan keterbukaan informasi kepada publik.

– Mendorong penegakan hukum tanpa pandang bulu.

– Mendesak evaluasi menyeluruh sistem pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Soppeng.

Masyarakat dan mahasiswa menanti langkah konkret Kapolda Sulsel untuk menegakkan hukum secara profesional dan independen demi menjaga integritas pengelolaan anggaran daerah serta mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan di Kabupaten Soppeng.

Silahkan gunakan hak koreksi atau jawab Anda terkait berita ini Atau hubungi Kontak Redaksi

Space Iklan 2