Maros, LSM KIFPA RI sayangkan aset milik instansi BNPB Yaitu berupa Kapal Air ber’ukuran cukup besar, Kini diduga terbengkalai di area bantaran sungai Maros.

Dimana Aset milik BNPB, badan nasional penanggulangan bencana Yaitu berupa kapal air yang berkurung cukup besar yang biasanya di pakai untuk melakukan kegiatan patroli atau penyelamatan di laut maupun di sungai di duga terbengkalai di area bantaran sungai Maros, tepatnya di lingkungan Pangkajene kelurahan pallangtikang kecamatan Maros baru.
Berdasarkan Pantauan dilapangan LSM KIFPA RI MAROS membeberkan, adanya kondisi kapal air tersebut sudah lama di tinggal Tampa adanya perhatian dari instansi terkait, kalau di pikir aset tersebut adalah milik pemerintah yang bersumber dari dana APBN. namum di biarkan begitu saja.

Adapun menurut keterangan masyarakat sekitar mengatakan “iye itu kapal air sudah lama di situ dan tidak pernah di urus saat banjir Bandan beberapa bulan kemarin, bahkan sampai saat ini tidak pernah bergerak dan di pungsikan sebagai mana standar kapal kita liat sudah penuh bekas lumpur dan tidak di rawat, mesinnya juga sudah tidak ada,”ucap seorang warga hendak disebut namanya.
Bahkan Sangat di sayangkan dari pihak yang terkait membiarkan hal sekecil ini di abaikan tampah ada perhatian, semestinya ini dpat di pergunakan saat di waktu banjir dan patroli di wilayah perairan wilayah Maros. namun di tinggal bagaikan barang yang di anggap tak berguna lgi.
Lebih lanjut, Ketua LSM KIFPA Abdul Malik menyampaikan, kami berharap dari Aparat hukum untuk melakukan sidak karena adanya di duga aset milik instansi di biarkan begitu saja tampa adanya perbaikan atau di pungsikan sesuai peruntukannya, sayang hal seperti ini dibiarkan begtu saja yang sudah bertahun tahun di lokasi tersebut,” jelasnya.
Karena pungsi kapal air milik BNPB, untuk penggulanan bencana apa lagi Maros masuk kategori rawan banjir namun aset tersebut di biarkan begitu saja di pinggiran sungai.
“Bahkan Sangat sedihnya kami liat kondisi kapal yang semestinya bisa di pungsikan namun hanya di biarkan menjadi barang yang hanya jadi pajangan atau tongtonan, namun tidak berpungsi, kami berharap kapal milik BNPB bisa di manfaatkan di kalau musim banjir atau di jadikan kapal patroli di wilayah laut batas Makassar dan Pangkep demi menyelamatkan nelayan Maros yang di saat kondisi darurat.” Tutur Ketua LSM KIFPA RI Abdul malik
Hingga berita ini diturungkan semoga BNPB pusat untuk turun dan memerintahkan jajarannya agar menegur oknum yang di duga membiarkan kapal air ini menjadi terbengkalai, dan memberikan sansi kepada pejabat yang tidak mendukung program pemerintah pusat.
Laporan : Syamsir Anca