Program GPM Maros Melampaui Harga HET, Ini Tanggapan Kadis Pertanian

[t4b-ticker]

Maros, DUTAKARSA.COM —  Program Gelar Pangan Murah (GPM) yang digelar di Lapangan Pallantikang, Maros, memicu kontroversi. Acara ini sejatinya dirancang untuk memberikan akses bahan pokok murah kepada masyarakat, namun hasilnya justru mengecewakan. Harga di lokasi terbukti melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. LSM Kipfa, dengan tajam mengkritik praktik ini, mencurigai adanya manipulasi mekanisme subsidi.

Program GPM umumnya berbasis subsidi untuk menekan harga ke tingkat HET. Namun, data dari lapangan menunjukkan kenyataan yang bertolak belakang. Berikut perbandingan harga beberapa komoditas.

Harga Minyak Kita dijual *Rp. 16.000/ltr atau Rp. 32.000/2 ltr.* penjualan diatas HET  Rp. 15.700.

Harga Gula Pasir *Rp. 18.000/kg*, penjualan diatas HAP Rp. 17.500/kg

Harga Bawang Putih *Rp. 40.000/kg* penjualan diatas HAP Rp.38.000/kg

Adapun tembusan dari Satgas Sapu Bersih Harga Pangan Pokok di Maros
Ketua : Kasat Reskrim
Sekretaris : Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan.

“Ini jelas menyimpang dari tujuan utama GPM. Masyarakat datang karena dijanjikan harga murah, tetapi nyatanya lebih mahal dari toko biasa. Ini bukan hanya kekecewaan, ini pelanggaran aturan ketersediaan pangan,” tegas Abdul Malik, Pengurus LSM Kipfa Maros, Selasa (10/02).

Penyimpangan harga di GPM berpotensi memicu ketimpangan distribusi bantuan dan keraguan masyarakat terhadap program pemerintah. LSM Kipfa menuntut transparansi lebih besar, termasuk audit independen dana hingga mekanisme pemantauan harga.

“Tanpa regulasi ketat dan pemantauan mandiri, GPM bisa menjadi alat eksploitasi, bukan solusi ketahanan pangan,” imbuh Malik

Warga antusias yang sekiranya mendapat harga sembako yang di gelar dinas pertanian Maros, namun harapan warga di lupakan beli ke pasar ketimbang program pasar murah. “iye dari maka sama cek harga sekiranya saya dapat harga bisa di jangkau untuk persiapan menjelang Ramadan, namun harga tidak sesuai. akhirnya saya belanja ke pasar tramol saja.” Kata salah satu warga enggang disebut namanya. karena harga  kemahalan apa lagi kami selaku warga kecil yang hidup berkecukupan hanya mengandalkan pangan murah.

Disinyalir, dugaan banyak pengawai pemkab maros yang berbelanja dengan harga di atas HET. Dengan berbagai alasan, misal transport dll…

“Tapi sebagai Bidang yang mengawasi Harga Pangan. mestinya, menerapkan juga regulasi Harga Pangan yang berlaku, apalagi memgusung Konsep GPM, Jangan hanya mengawasi Pedagang di Pasar agar penjualam Bahan Pokok tidak melampaui Ketetapan Regulasi Pemerintah.” Jelas salah seorang pegawai hendak disebut namanya usai berbelanja di GPM.

Malah justru Praktek di GPM juga menyimpang Regulasi.

Program pangan murah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memastikan subsidi benar-benar dirasakan. Tanpa itu, harapan pangan murah hanyalah slogan yang belum terealisasi.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Maros Pak Jamaluddin saat dikonfirmasih media terkait kegiatan Program GPM Lapangan Pallantikang Maros Melampaui Harga HET, menyatakan kegiatan GPM di Lapangan Pallantikang dengan memberikan harga itu sesuai kesepakatan konsumen, awal kami buka kegiatan itu semua penjual sudah di siapkan uang kecil 500 rupiah, karena uang kecil habis makanya di jual harga segitu dengan kesepakatan pembeli, kalau konsumennya punya uang kecil kita jual dengan harga HET,  konsumen tidak punya uang kecil jadi mereka sepakat dengan harga segitu.

“Misalnya harga gula Rp. 17.500/kg dijual Rp. 18.000/kg dan Harga Minyal kita Rp. 15.700/Ltr. Dijual Rp. 16.000/Ltr. ya itu tidak ada uang kecil, Jadi pembeli sepakat. Sama juga dengan harga bawang itu Rp.38.000/kg dijual Rp. 40.000/kg. Dan kalau bawang bukan kami yang jual, yang jual itu orang luar masuk kedalam berjualan di kegiatan itu,”ucap Pak Jamaluddin.

Ia juga mengatakan terkait spanduk salah cetak harga, memang benar waktu cetak spanduknya salah, jadi tidak sempat waktu itu di ubah.” Jelas jamaluddin.

Silahkan gunakan hak koreksi atau jawab Anda terkait berita ini Atau hubungi Kontak Redaksi

Space Iklan 2